Tentang Software di Lingkungan Kampus

Hari ini saya terkejut sekaligus kecewa. Karena lagi-lagi saya mendapati software berbayar yang dibagikan cuma-cuma di grup FB. Ironisnya grup tersebut adalah grup untuk diskusi salah satu mata kuliah di kampus saya. Why? Harusnya sebagai mahasiswa yang berada di lingkungan pendidikan kita tahu bahwa itu adalah perbuatan ilegal.

Mungkin ada yang berpikir, siapa saya dan kenapa saya repot-repot untuk menulis ini, buat apa? Mungkin ada juga yang berpendapat, “software ilegal ngga papa kalau buat belajar”. Ngga papa apanya? Itu sama saja dengan tidak menghargai karya orang lain. Misal nanti kamu bikin program dan dijual, terus ada orang-orang yang menyebarluaskan programmu dengan bebas. Saat itu mungkin kamu baru sadar bagaimana rasanya, dan (mungkin) akan sadar bahwa dulu pernah melakukan hal seperti itu.

Ngga usah sok suci. Emang situ ngga pernah pake software ilegal, ha? Saya tidak mungkin bohong dengan mengatakan saya tidak pernah pakai software ilegal karena semua pasti tidak percaya. Ya, saya pernah. Tapi itu dulu. Sekarang saya mulai belajar untuk menghargai orang lain dengan menggunakan software legal, dengan mencari alternatif open source. Karena saat ini saya belum mampu untuk membeli lisensi asli, saya mencoba untuk migrasi sepenuhnya dengan open source.

Saya merasa pihak kampus kurang concern dengan hal seperti ini. Padahal menurut saya hal sekecil sebesar ini seharusnya dimulai dari lingkungan kampus. Pada saat praktikum misalnya, gunakan memang software-software yang legal. Tak harus berbayar, open source pun oke. Ada juga beberapa pembuat software yang memberikan harga khusus untuk tujuan edukasi, malah ada yang gratis.

Hargai orang lain jika kita ingin orang lain menghargai kita.

— Anonim

Dengan memulai sesuatu dengan hal yang baik, maka kita bisa berharap untuk mendapatkan pelajaran yang baik pula. Semoga tulisan singkat ini dapat membuka kesadaran kita untuk lebih concern dengan hal seperti ini.