Peluang Bisnis: Theme dan Plugin WordPress
Karya Ilmiah Peluang Bisnis
Oleh:
Rizqy Hidayat
14.11.8401
Abstrak
WordPress adalah salah satu mesin blog yang paling banyak dipakai, baik oleh pengguna individu maupun perusahaan-perusahaan besar. Mudahnya proses pemasangan, perawatan, dan bebas dimodifikasi menjadi beberapa faktor yang menjadi pertimbangan untuk menggunakan WordPress.
Seiring semakin berkembangnya pengguna WordPress, maka kebutuhan akan pilihan theme dan plugin juga meningkat. Banyak developer yang membagikan theme dan plugin mereka secara cuma-cuma, seperti filosofi WordPress yang menggunakan lisensi GPL, sehingga penggunanya bebas (free) untuk menggunakan dan memodifikasinya.
Tidak sedikit pula developer yang memanfaatkan peluang ini untuk menjual theme dan plugin yang mereka. Saat ini banyak sekali provider-provider theme dan plugin yang berlomba menyajikan tampilan, fungsi, dan dukungan yang terbaik.
Selling WordPress Theme & Plugin
Untuk memulai bisnis di pasar ini dibutuhkan niat, usaha, dan ketekunan. Di samping itu dibutuhkan juga skill teknis, seperti teknik desain web, UI/UX, HTML/CSS/JS, PHP, dan lain sebagainya. Skill ini akan menjadi bahan dasar agar mendapatkan hasil berupa theme/plugin yang menarik dan mudah digunakan oleh penggunanya.
Dan selain skill teknis, teknik marketing juga berpengaruh agar mendapatkan sales seperti yang diharapkan. Dari pengamatan dan survei yang dilakukan penulis, saat ini strategi pemasaran theme dan plugin dapat dibagi menjadi 3:
1) Eksklusif Marketplace
Strategi ini biasanya digunakan oleh provider yang baru pertama kali masuk di bisnis theme dan plugin. Dengan strategi ini, produk kita akan dilihat oleh jutaan pengguna situs marketplace dan ini merupakan teknik pemasaran yang efektif.
Sebenarnya di sinilah proses terberat untuk memasuki bisnis ini. Untuk dapat menjual produk kita di situs marketplace, produk harus melewati serangkaian proses review. Kita harus benar-benar menyiapkan produk dan segala sesuatunya agar dapat lolos proses ini. Tidak sedikit produk yang gagal saat di-review, apalagi untuk provider yang baru pertama kali men-submit theme/plugin-nya. Di sinilah kesabaran dan ketekunan kita diuji; apakah akan lanjut berkarya dan bertahan atau mundur dan mencari ladang lain.
Beberapa situs marketplace yang banyak digunakan oleh provider adalah: Themeforest, Mojo Themes, Creative Market, Codecanyon, dan lain sebagainya.
Note: Dengan menjual secara eksklusif berarti kita hanya menjual produk kita di situs tersebut dan tidak boleh menjualnya di tempat lain. Beberapa marketplace seperti Themeforest dan Mojo Themes memberikan pilihan kepada provider untuk menjual produknya secara eksklusif atau tidak.
2) Non-Eksklusif Marketplace
Seperti halnya pada strategi pertama, bedanya di strategi ini jangkauannya lebih luas karena kita menjual produk kita di lebih dari satu marketplace.
Di beberapa marketplace, ke-eksklusif-an mempengaruhi persentase pembagian hasil penjualan. Sebagai contoh di Themeforest, provider yang menjual produknya secara non-eksklusif akan mendapatkan 45% dari harga jual yang telah dikurangi buyer fee. Sedangkan jika menjualnya secara eksklusif, provider akan mendapatkan 62,5%-87,5%.
3) On Site
Strategi ini biasanya diterapkan oleh provider-provider yang telah memiliki jam terbang tinggi dan pengalaman menjual produknya di marketplace sehingga nama mereka sudah dikenal secara luas. Dengan menjual di situs sendiri, maka provider dapat bebas menentukan harga jual dari produknya dan memperoleh 100% dari hasil penjualannya. Selain bebas menentukan harga, provider juga tidak terikat dengan proses review seperti di marketplace. Oleh sebab itu, provider harus memiliki standar minimal agar produk-produk yang dihasilkan tetep berkualitas.
Kesimpulan
Dari tulisan di atas dapat disimpulkan peluang bisnis theme dan plugin WordPress masih terbuka lebar. Kita dapat memulai dari sekarang dengan menggunakan strategi pertama, setidaknya sampai kita terbiasa dengan proses-proses yang diperlukan. Setelah itu kita dapat mencoba menerapkan strategi kedua dan melihat peluang selanjutnya atau bertahan dengan strategi pertama. Setiap strategi mempunyai plus/minus-nya masing-masing.
Referensi
- Building WordPress Themes You Can Sell, Sawyer Hollenshead
- Are you selling WordPress themes?, Chris Lema
- 7 Ways to Build a Business Around WordPress, Brian Casel